Dalam perkuliahan, esai tergolong karya tulis ilmiah yang sering ditulis. Apalagi banyak lomba menulis esai untuk mahasiswa yang bisa diikuti. Untuk kamu para pemula yang ingin mulai mengikuti lomba esai namun masih bingung bagaimana struktur esai, tulisan ini cocok untuk kamu sebagai bekal untuk menulis esai. Esai memiliki tiga struktur utama, yaitu: pendahuluan, isi/pembahasan, dan penutup/kesimpulan.

1. Pendahuluan

Struktur esai yang pertama adalah pendahuluan. Mulailah dengan membuat pembukaan yang menarik untuk memikat pembaca. Sama dengan menyusun pendahuluan pada tulisan ilmiah lainnya, penulis dapat memberikan alasan mengenai tema yang akan dibahas di bagian pendahuluan. 

Secara singkat dan jelas, penulis harus memberikan gambaran agar topik yang dibahas dapat dipahami. Adanya pendahuluan membuat pembaca lebih mudah untuk memahami alasan dan maksud penulis. 

Selain dapat dipahami, adanya pendahuluan dapat memberikan gambaran urgensi topik yang akan dibahas. 

Bagaimana cara menuliskan pendahuluan agar esai mu dapat menunjukkan urgensi yang dapat menarik pembaca?

Pada bagian awal pendahuluan jelaskan terlebih dahulu gambaran umum, kondisi kekinian, atau fakta menarik yang ada di lapangan. Ulas lah kondisi kekinian atau fakta tersebut dan sampaikan akibat jika kondisi tersebut berlangsung secara terus-menerus. Tunjukkan adanya dampak yang besar jika tidak segera diselesaikan. 

Tuliskan solusi-solusi yang sudah ada dan ulas hasilnya, apakah solusi tersebut sudah menyelesaikan masalah atau justru menimbulkan masalah lainnya? 

Selanjutnya kamu bisa menuliskan pengenalan gagasan atau solusi yang telah disusun untuk menyelesaikan masalah yang ada. 

Baca Juga: Tips Jago Nulis Karya Ilmiah Juara Berkali-kali

2. Isi atau Pembahasan

Struktur esai kedua adalah pembahasan. Pembahasan atau isi merupakan bagian yang membahas lebih rinci dan mendetail mengenai topik atau tema yang telah dipilih sebelumnya. Penulis harus menjabarkan pendapat secara berturut-turut ide atau solusi yang telah disusun.

Kamu bisa menggunakan argumen-argumen tentunya dengan dukungan data dari sumber yang relevan dan fakta yang ada di lapangan. 

Kamu bisa menggunakan teori atau pendapat para ahli yang dapat dikombinasikan dengan data fakta di lapangan. Pembaca akan mempercayai argumen yang kamu tulis pada bagian ini melalui teori, data, dan fakta yang disajikan. 

Meskipun menggunakan argumen penulis, jangan sampai kamu terlalu emosional dan menggebu-gebu. Sebisa mungkin tidak bertele-tele menggunakan gaya penulisan yang lugas.

3. Penutup atau Kesimpulan

Struktur esai yang ketiga adalah penutup atau kesimpulan. Kamu perlu membuat kesimpulan terkait dengan esai yang telah kamu buat. Penutup atau kesimpulan pada struktur esai berupa kalimat yang merangkum hal-hal penting yang sudah diulas pada bab pendahuluan dan pembahasan. 

Pada bagian ini penulis harus menuliskan dengan singkat, padat, dan tidak melebar ke topik lainnya. Hindari menuliskan ulang tulisan yang sudah ditulis di bab sebelumnya.

Di bagian ini penulis juga dapat memberikan saran atau rekomendasi penyelesaian masalah beserta prediksi hasil yang relevan dengan topik yang dibahas.

Bagaimana? Sangat mudah bukan dalam menulis esai? Yuk, mulai berlatih menulis esai dengan mengaplikasikan struktur esai seperti di atas.

Baca Juga: Jenis Karya Ilmiah Yang Bisa Kamu Buat!